Rekonstruksi Manajemen Konflik Dalam Pembentukan Iklim Kerja Kolaboratif: Studi Kualitatif Pada Organisasi Guru Sekolah Menengah Atas Santo Kristoforus 1 Petamburan Grogol Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.63604/cfef9078Kata Kunci:
Manajemen Konflik, Iklim Kerja Kolaboratif, Organisasi Guru, Kepemimpinan FasilitatifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan model manajemen konflik yang konstruktif dalam membentuk iklim kerja kolaboratif pada organisasi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Kristoforus 1 Grogol Petamburan Jakarta Barat. Konflik kerap terjadi antar guru, baik yang bersumber dari perbedaan perspektif pedagogis, beban kerja maupun dinamika struktural yang berdampak pada kualitas kolaborasi dan kinerja institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada organisasi guru di SMA Santo Kristoforus 1 Grogol Petamburan Jakarta Barat. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, penyebaran kuesioner dan analisis dokumen organisasi. Analisis dokumen menggunakan metode tematik dengan tahapan reduksi, kategorisasi dan abstraksi konseptual. Temuan menunjukkan bahwa manajemen konflik yang efektif dalam organisasi guru tidak semata berorientasi pada penyelesaian konflik, tetapi pada transformasi konflik menjadi pembelajaran kolektif. Model rekonstruksi yang dihasilkan terdiri dari lima (5) dimensi utama yakni: (1) Kesadaran Relasional, (2) Komunikasi Dialogis Reflektif, (3) Mediasi Partisipatif Berbasis Nilai Profesional, (4) Kepemimpinan Fasilitatif, dan (5) Institusionalisasi Nilai Kolaboratif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen konflik dalam konteks organisasi pendidikan serta memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah dalam membangun iklim kerja organisasi yang konstruktif dan berkelanjutan.




