Warisan Kuliner Surabaya: Strategi Berkelanjutan Untuk Mempertahankan Semanggi

Penulis

  • Yoseph Agung Priyo Widodo Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia
  • Laurensius Sandrio Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63604/qrpn9x34

Kata Kunci:

semanggi surabaya, warisan kuliner tradisional, strategi pengembangan kuliner, pariwisata kuliner, pelestarian budaya lokal

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan strategi pengembangan makanan semanggi sebagai warisan kuliner tradisional khas Surabaya. Semanggi, sebagai salah satu kekayaan budaya kuliner lokal, memiliki potensi besar untuk dipromosikan sebagai daya tarik wisata kuliner dan identitas budaya daerah. Melalui pendekatan deskriptif, penelitian ini menggambarkan karakteristik, proses pembuatan, serta keberadaan semanggi dalam kehidupan masyarakat Surabaya. Selain itu, artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pelestarian dan pengembangan kuliner semanggi di tengah era modernisasi dan persaingan kuliner global. Strategi yang diuraikan mencakup pelestarian resep tradisional, pengembangan inovasi rasa yang sesuai tren masa kini, serta promosi melalui media sosial dan event budaya. Pendekatan partisipatif juga diusulkan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat turut aktif dalam memperkenalkan dan melestarikan kuliner ini. Dengan demikian, artikel ini memberikan gambaran lengkap tentang potensi dan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan makanan semanggi sebagai bagian dari kekayaan budaya kuliner Surabaya, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kuliner tradisional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Referensi

Adiwena, B., Hendrawan, A., & Sari, M. R. K. A. (2021). Perancangan photobook untuk melestarikan kuliner pecel semanggi khas Kota Surabaya. Artika, 5(1), 65–75. https://doi.org/10.34148/artika.v5i1.321

Afrisia, R. S. (2015, July 15). Semanggi, kuliner “keberuntungan” Surabaya yang nyaris punah. CNN Indonesia.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.

Ardika, I. W. (2015). Warisan budaya dan pariwisata. Jurnal Kajian Bali, 5(2), 1–14. https://doi.org/10.24843/JKB.2015.v05.i02.p01

Asprilianawati, A. (2012). Pengembangan potensi kawasan objek wisata alam pemandian air panas di Desa Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal (Bachelor’s thesis). Universitas Negeri Semarang.

Fitrah, M., & Luthfiyah. (2018). Metodologi penelitian: Penelitian kualitatif, tindakan kelas & studi kasus. CV Jejak.

Gunawan, R., Yuwono, E. C., & Mardiono, B. (2017). Perancangan desain kemasan semanggi instan merek “Kampung Semanggi” sebagai oleh-oleh khas Surabaya. Jurnal DKV Adiwarna, 1(10), 1–16.

Handoyo, E., & Pratiwi, R. (2019). Pelestarian makanan tradisional sebagai identitas budaya lokal. Jurnal Humaniora, 31(3), 245–256. https://doi.org/10.22146/jh.v31i3.48765

Hardjati, S., Prathama, A., & Wahyudi, K. E. (2019). Potret pemberdayaan perajin batik semanggi di Kota Surabaya dalam perspektif good governance. Konferensi Nasional Ilmu Administrasi, 1–10.

Kurniawati, F., & Gunansyah, G. (2019). Semanggi Suroboyo Desa Kendung Benowo–Surabaya sebagai sumber belajar berbasis etnopedagogi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 143–152.

Kusumah, A. H. G., Abdullah, C. U., Turgarini, D., Ruhimat, M., Ridwanudin, O., & Yuniawati, Y. (2020). Promoting creative tourism: Current issues in tourism research. In Proceedings of the 4th International Seminar on Tourism (ISOT 2020) (pp. 112–118). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/aebmr.k.200521.024

Pratiwi, D. A., & Handoyo, P. (2019). Eksistensi kuliner tradisional di tengah budaya konsumsi masyarakat perkotaan. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 10(1), 45–56.

Putri, A. R., & Santoso, B. (2020). Preferensi konsumen terhadap makanan tradisional di tengah perkembangan kuliner modern. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(2), 120–132. https://doi.org/10.22146/jpt.55432

Rahmawati, D. (2018). Peran perempuan dalam pelestarian kuliner tradisional berbasis kearifan lokal. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 20(1), 55–66. https://doi.org/10.25077/jantro.v20.n1.p55-66.2018

Saleh, N. J., & Soediro, M. (2017). Serbuk semanggi sebagai minuman herbal. Teknobuga: Jurnal Teknologi Busana dan Boga, 4(1), 14–21.

Sari, D. P., Nurhayati, A., & Hadi, S. (2020). Strategi pengembangan kuliner tradisional sebagai daya tarik wisata budaya. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(1), 45–60. https://doi.org/10.47608/jki.v14i1.114

Setyowati, D. (2016). Semanggi sebagai identitas kolektif masyarakat Kota Surabaya. Universitas Airlangga.

Turgarini, D., Pridia, H., & Soemantri, L. L. (2021). Gastronomic tourism travel routes based on Android applications in Ternate City. The Journal of Gastronomy Tourism, 8(2), 57–64.

https://doi.org/10.17509/gastur.v8i2.39124

Utami, N. W. A., Suardana, I. W., & Sendra, I. M. (2022). Culinary heritage sebagai penguat pariwisata budaya perkotaan. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 9(1), 77–92. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2022.v09.i01.p05

Wibowo, A., & Nugroho, S. (2021). Digital marketing kuliner tradisional berbasis media sosial. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Inovasi, 3(2), 101–113. https://doi.org/10.26740/jeki.v3n2.p101-113

Yulianti, D., & Prasetyo, A. (2020). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner lokal. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 20(2), 189–203. https://doi.org/10.21002/jepi.v20i2.1187

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Volume 4 Nomor 1 (Juni 2025)

Cara Mengutip

Warisan Kuliner Surabaya: Strategi Berkelanjutan Untuk Mempertahankan Semanggi. (2025). JURNAL AKADEMISI VOKASI, 4(2), 130-141. https://doi.org/10.63604/qrpn9x34

Artikel Serupa

1-10 dari 32

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.