Persepsi dan Kesiapan Siswa SMA di Labuan Bajo Terhadap Wirausaha Digital: Antara Akses, Kompetensi, dan Kreativitas
DOI:
https://doi.org/10.63604/h8j1m789Kata Kunci:
Kompetensi Digital, Kewirausahaan Digital, Siswa SMA, Labuan BajoAbstrak
Transformasi digital dalam pendidikan telah memperluas peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi digital, khususnya melalui kewirausahaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kompetensi digital dan kesiapan kewirausahaan digital siswa
sekolah menengah atas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada akses teknologi, motivasi, dan keterampilan praktis. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui survei berbasis Google Form yang diikuti oleh 438 responden, dengan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kompetensi digital yang relatif tinggi, terutama dalam penggunaan teknologi (mean = 4,24) dan literasi informasi (mean =
4,17). Dalam hal kesiapan kewirausahaan digital, siswa menunjukkan motivasi yang kuat (mean = 3,86) dan ide kreatif (mean = 3,60). Namun, skor yang lebih rendah ditemukan pada keterampilan teknis, khususnya pembuatan konten (mean = 3,32) dan manajemen bisnis digital (mean = 3,38). Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan akses internet, kurangnya keterampilan teknis, dan minimnya dukungan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewirausahaan digital yang tidak hanya mendorong motivasi dan kreativitas, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan digital yang praktis. Temuan ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal dalam
mengembangkan inisiatif kewirausahaan digital yang inklusif di wilayah seperti Labuan Bajo.
Referensi
Ary, D., Jacobs, L. C., Sorensen, C., & Razavieh, A. (2010). Introduction to research in education 8th edition. Wadsworth: Cengage Learning.
Autio, E., Kenney, M., Mustar, P., Siegel, D., & Wright, M. (2014). Entrepreneurial
innovation: The importance of context. Research Policy, 43(7), 1097–1108.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative
Research in Psychology, 3(2), 77-101. doi:10.1191/1478088706qp063oa
Cresswell, J. W. (2015). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Pearson.
Hatlevik, O. E., Guðmundsdóttir, G. B., & Loi, M. (2015). Digital diversity among upper secondary students. Computers & Education, 81, 345–353.
Kemendikbud. (2020, Mei). Peta Jalan Sistem Pendidikan 2020-2035 . Retrieved
from Scribd: https://www.scribd.com/document/469411567/Peta-Jalan
Sistem-Pendidikan-2020-2035-Kemendikbud-pdf
Law, N., Woo, D., Torre, J., & Wong, G. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. Canada: UNESCO Institute for Statistics (UIS).
Livingstone, S., Mascheroni, G., & Staksrud, E. (2017). European research on
children’s internet use. New Media & Society, 19(7), 1103–1122.
Nambisan, S. (2017). Digital Entrepreneurship: Toward a Digital Technology
Perspective of Entrepreneurship. Entrepreneurship Theory and Practice,
41(6), 1029-1055. doi:10.1111/etap.12254
OECD. (2020). Education in the digital age: Healthy and happy children. Paris: OECD Publishing.
Prathivi, M. (2020). Digital Marketing and Indonesia's Youth Entrepreneurs'
Business. Jurnal Aplikasi doi:10.21776/ub.jam.2020.018.01.08 Manajemen, 18(1), 86-94.
Ratten, V. (2020). Coronavirus (COVID-19) and entrepreneurship: Changing life and work landscape. Journal of Small Business & Entrepreneurship, 32(5), 503-516.
Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
UNICEF, U. (2021). Analisis Situasi untuk Lanskap Pembelajaran Digital di Indonesia. Quicksand Design Studio Pvt. Ltd.
UNICEF. (2021). Digital learning and skills development in remote areas. New York: UNICEF.
Vuorikari, R., Kluzer, S., & Punie, Y. (2022). DigComp 2.2: The Digital Competence Framework for Citizens - With new examples of knowledge, skills and attitudes. Publications Office of the European Union. doi:10.2760/115376
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Teddy Halim, Fitri Ciptosari, Luh Gede Elvina Adi Saputri, Adelaide .H. Savio, Reynaldo A. Siagian, Andy Iwan Iswanto, Yohanes Paul Hanny Wadhi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









