Analisis Sistem Pengendalian Internal melalui Penerapan E-Parking dalam Pengelolaan Retribusi Parkir Pasar Wae Kesambi Labuan Bajo
DOI:
https://doi.org/10.63604/4qvfnw31Kata Kunci:
Sistem Pengendalian Internal, E-Parking, Retribusi Parkir, Pendapatan Asli Daerah, COSOAbstrak
Pengelolaan retribusi parkir merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memerlukan sistem pengendalian internal yang efektif untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi penerimaan daerah. Pengelolaan parkir secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti pencatatan manual, lemahnya pengawasan, serta potensi kebocoran penerimaan retribusi. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menerapkan sistem Electronic Parking (E-Parking) di Pasar Wae Kesambi Labuan Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal melalui penerapan E-Parking dalam pengelolaan retribusi parkir di Pasar Wae Kesambi Labuan Bajo berdasarkan lima komponen Sistem Pengendalian Internal menurut Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, koordinator parkir, petugas parkir, serta pengguna jasa parkir. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Parking telah memberikan kontribusi positif terhadap penguatan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan retribusi parkir. Berdasarkan lima komponen COSO, lingkungan pengendalian telah didukung oleh pembagian tugas yang jelas antara Dinas Perhubungan dan petugas parkir. Penilaian risiko menunjukkan bahwa sistem E-Parking mampu mengurangi risiko manipulasi transaksi dan kebocoran penerimaan, meskipun masih terdapat kendala berupa gangguan jaringan internet dan keterbatasan kemampuan sebagian petugas dalam mengoperasikan perangkat. Aktivitas pengendalian menjadi lebih efektif melalui pencatatan transaksi secara elektronik, sedangkan informasi dan komunikasi menghasilkan data transaksi yang lebih akurat dan dapat diakses secara real time. Selain itu, proses pemantauan menjadi lebih optimal karena seluruh transaksi terdokumentasi dalam sistem sehingga memudahkan proses evaluasi dan pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan E-Parking mampu memperkuat sistem pengendalian internal melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, efektivitas pengelolaan, serta pengawasan terhadap penerimaan retribusi parkir di Pasar Wae Kesambi Labuan Bajo. Namun demikian, optimalisasi implementasi E-Parking masih memerlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemeliharaan infrastruktur teknologi, serta sosialisasi kepada masyarakat agar sistem dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.




