Peningkatan Kesadaran Pokdarwis Cunca Plias Desa Wisata Wae Lolos terhadap GEDSI: Tindakan Catcalling dan Pemotretan Tanpa Izin
DOI:
https://doi.org/10.63604/hq7c3939Kata Kunci:
GEDSI, desa wisata ramah perempuan, pokdarwis, catcalling, pemotretan tanpa izinAbstrak
Kesetaraan gender dan inklusi sosial merupakan prasyarat penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya di desa wisata yang semakin banyak dikunjungi wisatawan perempuan. Salah satu pendekatan yang relevan adalah kerangka Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Namun, implementasi GEDSI di tingkat komunitas pengelola desa wisata masih menghadapi tantangan, terutama terkait pemahaman dan praktik pelayanan wisata yang sensitif gender. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam meningkatkan kesadaran Pokdarwis Cunca Plias Desa Wisata Wae Lolos terhadap GEDSI, dengan fokus pada pencegahan tindakan catcalling dan pemotretan tanpa izin. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh 22 anggota pokdarwis, disertai dengan evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai perilaku tidak pantas terhadap wisatawan perempuan, pentingnya persetujuan dalam dokumentasi, serta prinsip dasar desa wisata ramah perempuan. Kegiatan ini berkontribusi sebagai langkah awal penguatan pariwisata inklusif berbasis komunitas dan berpotensi menjadi model praktik baik bagi desa wisata lain.
Referensi
Alarcón, D. M., & Cole, S. (2019). No sustainability for tourism without gender equality. Journal of Sustainable Tourism, 27(7), 903–919. https://doi.org/10.1080/09669582.2019.15 88283
Böhmer, N., & Michael Griese, K. (2021). Developing Gender Equality Marketing Beyond 2025: A Systematic Literature Review. In S. H. Park, M. A. Gonzalez- Perez, & D. E. Floriani (Eds.), The Palgrave Handbook of Corporate Sustainability in the Digital Era (pp. 715– 741). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-42412- 1_36
Chhabra, D., Andereck, K., Yamanoi, K., & Plunkett, D. (2011). Gender Equity and Social Marketing: An Analysis of Tourism Advertisements. Journal of Travel & Tourism Marketing, 28(2), 111–128. https://doi.org/10.1080/10548408.2011.54 5739
Hamid, H. (2025). Tren Kunjungan Wisatawan ke Desa Wae Lolos Tahun 2024 Meningkat Drastis. Diakses melalui https://labuanbajovoice.com/tren- kunjungan-wisatawan-ke-desa-wae-lolos- tahun-2024-meningkat-drastis/4/ pada 10 Februari 2026.
INKLUSI. (2024). Buku Pegangan Penerapan Strategi Pengarusutamaan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial dalam Pembangunan. https://inklusi.or.id/wp- content/uploads/2024/12/INKLUSI- GEDSI-HANDBOOK-1.pdf
Jehandut, A. (2026). Desa Wisata Wae Lolos Meroket di 2025 Capai 14.657 Orang, Wisman Dominan!. Diakses melalui https://www.jurnalflores.co.id/travel/7761 6566304/desa-wisata-wae-lolos-meroket- di-2025-capai-14657-orang-wisman- dominan pada 10 Februari 2026.
Jome, S. (2025). Daya Tarik Alam Asri, Desa Wae Lolos Gaet Ribuan Wisatawan. Diakses melalui https://voxntt.com/2025/07/07/daya-tarik- alam-asri-desa-wae-lolos-gaet-ribuan- wisatawan/103308/ pada 10 Februari 2026.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, & Kementerian Desa, P. D. T. dan T. (2024). Buku Pedoman Desa Wisata Ramah Perempuan. https://kemenpar.go.id/hasil- pencarian/pedoman-desa-wisata-ramah- perempuan
Kumar, A. (2019). A study on gender differences in motives of visit intention, perceived value and tourist satisfaction with rural tourism in India. International Journal on Customer Relations, 7(2), 16–26.
Kwok, S. Y., Jusoh, A., & Khalifah, Z. (2016). The influence of Service Quality on Satisfaction: Does gender really matter? Intangible Capital, 12(2), 444–461. https://doi.org/10.3926/ic.673
PROAKTIF. (2025). Pemberdayaan Ekonomi Inklusif bagi Pembuat Kebijakan, Panduan Praktis 4. https://doi.org/https://doi.org/10.65425/63 985




