Pemberdayaan Pemuda Labuan Bajo melalui Pelatihan Food Vlogger untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Promosi Kuliner Lokal
DOI:
https://doi.org/10.63604/xgc4sb73Kata Kunci:
literasi digital, pemberdayaan pemuda, food vlogging, pembuatan konten, potensi lokalAbstrak
Perkembangan media sosial membuka peluang bagi generasi muda untuk mempromosikan potensi lokal, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya didukung oleh literasi digital dan kreatif yang memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda di Labuan Bajo melalui workshop Food Vlogger yang berfokus pada pemasaran media sosial dan pembuatan konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner skala Likert untuk mengukur empat variabel, yaitu kualitas materi, fasilitas, venue, dan pengalaman peserta. Hasil penelitian menunjukkan seluruh variabel memperoleh nilai rata-rata sangat tinggi. Namun, hanya kualitas materi yang memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pengalaman peserta, sementara fasilitas dan venue tidak menunjukkan hubungan yang signififikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar lebih ditentukan oleh kekuatan substansi materi dibandingkan aspek fisik. Program ini berkontribusi dalam memberdayakan pemuda sebagai kreator konten yang lebih sadar dan produktif dalam mengangkat potensi gastronomi lokal.




