Inovasi Produk (Pastry Product and Beverage Product) di Desa Wisata Wae Lolos
DOI:
https://doi.org/10.63604/7fjc3b32Kata Kunci:
inovasi kuliner, desa wisata, UMKM, makanan dan minuman lokal, Wae LolosAbstrak
Pengembangan kuliner lokal merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberlanjutan desa wisata, terutama pada destinasi prioritas seperti Labuan Bajo. Desa Wisata Wae Lolos yang dikenal dengan potensi alam “seribu air terjun” memiliki peluang besar dalam memperkuat daya tarik wisata melalui inovasi produk kuliner. Namun, keterampilan pelaku UMKM dalam menghasilkan produk pastry dan minuman yang bernilai jual masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk kuliner inovatif yang memenuhi standar pariwisata. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi, praktik langsung (hands-on practice), pendampingan, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai inovasi produk lokal, kemampuan mengikuti proses demonstrasi, serta keterampilan teknis dalam produksi pastry dan minuman. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri untuk menciptakan varian produk baru. Tantangan yang ditemukan mencakup perbedaan kemampuan dasar dan keterbatasan durasi pendampingan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memicu kreativitas UMKM dan memperkuat kesiapan mereka dalam mengembangkan produk kuliner berbasis bahan lokal yang berdaya saing. Keberlanjutan program masih memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya dalam aspek pengemasan, higienitas, serta strategi
pemasaran.




