Inkubasi Peningkatan Skill Hospitality di SMK Muhammadiyah Golo Mori

Penulis

  • Yulianus Janur Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia
  • Yohana E. Ine Dae Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia
  • Dewi Sartika Umul Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia
  • Gracedelia Jeannywelasny Ngasa Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia
  • Andriano Calrinto Mami Politeknik eLBajo Commodus, Labuan Bajo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63604/m14qyn52

Kata Kunci:

hospitality, pendidikan vokasi, inkubasi, experiential learning

Abstrak

Perkembangan kawasan Golo Mori sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Labuan Bajo meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi hospitality sesuai standar industri. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh siswa sekolah menengah kejuruan dengan kebutuhan aktual dunia kerja, khususnya pada aspek komunikasi pelayanan, pelayanan makanan dan minuman, serta penanganan keluhan tamu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi hospitality siswa SMK Muhammadiyah Golo Mori melalui program inkubasi berbasis simulasi industri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2026 dengan melibatkan 30 siswa selama enam jam pelatihan intensif. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan experiential learning yang meliputi identifikasi kebutuhan, transfer pengetahuan, simulasi industri, mentoring dan refleksi, serta evaluasi berbasis observasi performa. Materi pelatihan mencakup grooming, greeting and reception, food and beverage service, dan guest complaint handling menggunakan pendekatan LAST (Listen, Apologize, Solve, Thank). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan standar penampilan profesional, melakukan komunikasi pelayanan dengan lebih baik, melaksanakan prosedur dasar pelayanan makanan dan minuman sesuai standar operasional, serta menangani keluhan tamu secara lebih profesional. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi interpersonal, dan sikap pelayanan selama proses simulasi berlangsung. Program inkubasi berbasis simulasi industri terbukti memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja hospitality sehingga berpotensi menjadi model penguatan kompetensi vokasi yang dapat direplikasi pada sekolah menengah kejuruan di kawasan penyangga destinasi pariwisata.

Referensi

Bahri, A. S., & Abdilah, F. (2022). Potensi Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo. Destinesia.

Hanggu, E. O., Harahap, D. A. T., & Berybe, G. A. (2023). The Readiness of Prospective

Hotel Workers in Facing the Acceleration of Tourism Development in Labuan Bajo. Multiple Journal.

Iswanto, A. I. (2022). Menilai Kesiapan Sumber Daya Manusia untuk Mendukung

Karmin, E., & Handoyo, C. B. (2024). Estetika Table Manner dalam Pendidikan Vokasi Pariwisata: Pendekatan Experiential Roleplay. Journal of Tourism and Economic.

Karmin, E., & Handoyo, C. B. (2024). Estetika Table Manner dalam Pendidikan Vokasi Pariwisata: Pendekatan Experiential Roleplay. Journal of Tourism and Economic.

Kemenparekraf. (2023). Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Perhotelan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2023). Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Perhotelan.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Murdikmono, dkk. (2021). Pengembangan SDM Pariwisata di Kawasan Penyangga Destinasi Prioritas.

Pengembangan Dunia Industri Pariwisata di Destinasi Super Premium Labuan Bajo. Jurnal Akademisi Vokasi.

Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Rosenkranz, N. (2021). The Best of Both Worlds: Experiential Problem-Based Learning Approaches in Hospitality Education. Journal of Hospitality & Tourism Education.

Rosenkranz, N. (2021). The Best of Both Worlds: Experiential Problem-Based Learning Approaches in Hospitality Education. Journal of Hospitality & Tourism Education.

Utama, I.G.B.R. (2017). Pemasaran Pariwisata.

UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-28

Terbitan

Bagian

Jurnal Pengabdi Negeri (JPN)