Diversifikasi Produk Olahan Buah Mangrove Menjadi Jus Higienis Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Rangko
DOI:
https://doi.org/10.63604/yz041043Kata Kunci:
pemberdayaan Masyarakat, jus mangrove higienis, Sonneratia caseolaris, diversifikasi pangan, pariwisata berkelanjutan.Abstrak
Ekosistem mangrove memiliki potensi ekologis dan ekonomi yang besar, namun pemanfaatan buah mangrove oleh masyarakat pesisir masih relatif terbatas. Di Dusun Rangko, Desa Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, buah mangrove jenis Sonneratia caseolaris tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk bernilai tambah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui diversifikasi produk olahan buah mangrove menjadi jus higienis serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan yang aman dan inovatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui demonstrasi interaktif dan praktik langsung (learning by doing) dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu di Dusun Rangko. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi potensi buah mangrove, pemilihan bahan baku, praktik pembuatan jus secara higienis, proses pasteurisasi sederhana, pengemasan produk, serta pemanfaatan ampas buah berdasarkan konsep zero waste. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah buah mangrove menjadi jus higienis sesuai prinsip dasar keamanan pangan. Selain itu, peserta juga mampu memanfaatkan ampas hasil pengolahan menjadi produk pangan alternatif yang memiliki nilai ekonomi, sehingga mendukung pengurangan limbah dan peningkatan nilai tambah sumber daya lokal. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan serta membuka peluang pengembangan produk khas sebagai oleh-oleh dan welcome drink bagi wisatawan yang berkunjung ke Gua Rangko. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Labuan Bajo.
Referensi
Andriyono, S., Hasanah, U., Pujiastuti, D. Y., & Hidayati, N. V. (2024). Analisis Proksimat dan Uji Organoleptik Biskuit Pedada (Sonneratia caseolaris) sebagai Sumber Pangan Alternatif. Journal of Aquatropica Asia, 10(1). https://doi.org/10.33019/joaa.v10i1.6192
Audah, K. A., & Anisa, A. S. (2024). The Potential of Sonneratia caseolaris Mangrove Plant as Functional Food and Medicine. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 6(1), 45–58. https://doi.org/10.33555/jffn.v6i1.163
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. (2024). Laporan Restorasi dan Rehabilitasi Mangrove Indonesia
FAO. (2021). Food safety and quality. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/food-safety
Kalor, J. D., Wanimbo, E., & Indrayani, E. (2025). A Systematic Review of Bioactive Compounds, Traditional Uses, and Conservation Perspectives of Sonneratia caseolaris. International Journal of Pharmaceutical and Bio Medical Science, 5(5), 350–357. https://doi.org/10.47191/ijpbms/v5-i5-10
Kartikaningsih, H., Fitriana, N., Anggraeni, I. L., Semedi, B., & Koentjoro, M. P. (2024). The Potential of Sonneratia caseolaris Mangrove Leaves Extract as a Bioactive Food Ingredient Using Various Water Extract. F1000Research, 13, 249. https://doi.org/10.12688/f1000research.143708.1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman keamanan pangan siap saji. Jakarta: Kemenkes RI
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.
Ratrinia, P. W., Sumartini, Azka, A., Hasibuan, N. E., Nusaibah, & Triyastuti, M. S. (2024). Pengaruh penambahan bahan pengikat yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan sensori tablet effervescent Sonneratia caseolaris. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 27(10), 884–898. https://doi.org/10.17844/jphpi.v27i10.52204
Suryana. (2021). Ekonomi kreatif, ekonomi baru: Mengubah ide dan menciptakan peluang. Jakarta: Salemba Empat.
UNDP. (2020). Human development report 2020: The next frontier – Human development and the Anthropocene. United Nations Development Programme. https://hdr.undp.org
World Health Organization (WHO). (2020). Food safety. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety




